• Address: Batam City Square Lt.2,  Batam, Riau, Indonesia
  • Phone: 0778-4618100:  0877 911 333 1
  • Buka: 7 hari Seminggu dari 10:00 - 22:00

tasbatam –pesinetron yana zein (44) meninggal dunia setelah tiga tahun berjuang melawan kanker kelenjar getah bening dan pay**ara.

yana meninggal dunia di rs mayapada lebak bulus, jakarta selatan, kamis (1/6/2017) dan dimakamkan di tempat pemakaman muslim (tpm) gandul, cinere, depok, jawa barat, jumat (2/6/2017).

baca: artis (tas branded tas branded terbaru terbaru,red) ini jadi saksi ketika yana zein ucapkan kalimat syahadat

baca: baju wanita tanpa busana yg menghebohkan dunia maya ternyata tinggal di apartemen

usai pemakaman, ibunda yana, swetlana zein menegaskan bakal memindahkan jenazah anaknya ke pemakaman yg dianggapnya lebih baik, dalam waktu dekat.m

kabar tersebut pun membuat geger karena almarhumah yg meninggalkan dua anak itu, baru sekitar empat hari dimakamkan.

ayahanda yana, nurzaman zein angkat bicara. ia setuju atas langkah mantan istrinya itu, untuk memindahkan jenazah ke pemakaman lain.

“saya setuju aja. tapi ya kasih tau juga saya. saya enggak ada masalah, karena bukan akidah. dimanapun dikuburkan, dilautkan pun nanti kita dikuburkan tuhan,” kata nurzaman zein.

hal itu dikatakan ketika ditemui usai acara tahlil untuk yana zein, di kediaman isman ayub, di kawasan pejaten, pasar minggu, jakarta selatan, senin (5/6/2017).

nurzaman menambahkan, ibunda yana sudah memberikan penjelasan mengenai pemindahan makam kepadanya.

“kemarin juga mamanya yana itu sempat kasih penjelasan, gimana makam mau dipindahkan. tapi ya dikuburkan saja di sini (tpm gandul) dulu,” ucapnya.

“kan enggak mungkin sekarang dikuburkan, besok atau tiga hari mau digali lagi. kan baru kan, sebulan juga belum tentu boleh,” sambungnya.

nurzaman menjelaskan, swetlana dipersilahkan memindahkan makam yana, tetapi ia menganjurkan jangan dalam waktu dekat.

“sem‎purnakan dulu menyatu dengan tanah. nanti setelah itu 1-2 tahun dipindah enggak apa-apa ke mana aja. sesuai dengan syariat islam,” ujar nurzaman zein.

(warta kota/ arie puji waluyo)