• Address: Batam City Square Lt.2,  Batam, Riau, Indonesia
  • Phone: 0778-4618100:  0877 911 333 1
  • Buka: 7 hari Seminggu dari 10:00 - 22:00

tasbatam.co.id, jakarta – dari penuturan ustadz sholeh mahmoed nasution (ustaz solmed), digiringnya ia ke ruang isolasi bermula dari kejadian di dekat pintu imigrasi, bandara changi, singapura.

saat itu, ustaz solmed tengah menunggu rekannya. ketika sedang di area pintu imigrasi, ustadz solmed ditegur oleh dua orang warga negara indonesia. dua orang tersebut merupakan ayah dan anak.

“dia ini (bapak dan anak) ada di samping saya, negor saya, pak ustadz mau kemana? namanya juga dia kenal saya kan, sering lihat di tv,” cerita ustadz solmed ketika dihubungi tasbatam, sabtu (3/6/2017).

percakapan singkat tersebut, nyatanya menarik perhatian petugas imigrasi bandara. padahal ustadz solmed tidak berbincang banyak.

“saat itu, saya dikira berteman sama bapak dan anak itu, saya ditanya, you berempat mau membicarakan apa?, jadi seakan dikira kita sudah kenal lama dan merencanakan sesuatu,” lanjut uztad.

ustadz solmed sempat memberi pengertian, bahwa ia baru saja mengenal bapak dan anak tersebut.

namun tidak terima dengan alasannya, ustadz solmed tetap digiring ke ruang isolasi, seluas sekira 3×3 meter.

di sana ia diinterogasi oleh pihak kepolisian.

“sudah bukan petugas imigrasi lagi yg interogasi, tapi polisi. mungkin kalau di (indonesia) sini petugas reserse,” kisahnya.

selama sekira 10 jam, ustadz solmed diinterogasi mulai dari biodata lengkap hingga media sosial yg dimilikinya. tidak hanya itu, paspor dan telepon genggam miliknya juga disita. hingga kini, ia tidak mengetahui alasan penahanananya.

“sampai sekarang saya nggak tahu kenapa bisa ditahan, padahal seandainya saya tahu mungkin saya bisa mengerti prosedurnya,” kata dia.

ustadz solmed kini sudah dipulangkan ke tanah air sekira pukul 19.50 waktu singapura. ia tiba di tanah air pukul 21.45 wib. sementara, bapak dan anak yg sempat berbincang dengannya belum diketahui kabar terkininya.

“saya sempat minta agar bapak dan anak itu tidak ditahan, tapi tetap dibawa juga. sementara teman saya saya belum tahu lagi kabarnya soalnya handphone dia nggak dipasang paket (internet),” katanya.