• Address: Batam City Square Lt.2,  Batam, Riau, Indonesia
  • Phone: 0778-4618100:  0877 911 333 1
  • Buka: 7 hari Seminggu dari 10:00 - 22:00

tasbatam.co.id, cibinong – sidang lanjutan perceraian antara atalarik syah dan tsania marwa beragendakan pembacaan saksi dari pihak tsania, selasa (20/6/2017).

sidang yg digelar di pengadilan agama cibinong, kab. bogor ini pun dihadiri oleh ibunda tsania, silvia dan kakak kandung tsania.

usai menjadi saksi, silvia menuturkan mendapat tekanan dari pengacara atalarik, junaidi, yg terus mencecar dan membantah apa yg diungkapan dirinya selama persidangan.

“ya saya di dalam itu tadi dicecar sama junaedi (kuasa hukum arik). ditanya macam-macam, saya jawab saja sesuai dengan apa yg saya ketahui selama 5 tahun ini,” ungkap ibunda tsania, silvia, di pengadilan agama cibinong, selasa (20/7/2017).

selain itu, silvia pun mengungkapkan bahwa menantunya tersebut merupakan sosok yg sangat tempramental.

bahkan, ia mengaku pernah mendapat perlakuan kasar secara verbal berupa bentak-bentak dengan nada tinggi.

gimana arik? (atalarik syah) tempramental. saya ungkapkan, saya juga ditanya soal hubungan saya dan arik. arik pernah bentak-bentak saya sebagai mertua lho,” ujarnya.

“sering ngomongnya agak kasar cuma saya sabarin, anak saya di dia lho, takut diapa-apain,” tambahnya.

akibat perlakuan atalatik itullah, akhirnya menimbulkan kekhawatiran dari hati silvia ketika meninggalkan cucu-cucu mereka,  syarif m. fajri dan aisyah shabira dalam rumah menantunya tersebut.

“ya ada lah kekhawatiran yg saya rasakan. mana mungkin kan itu anak bisa tumbuh sehat di keluarga yg bapaknya punya temperamen seperti itu dan punya sesuatu,” paparnya.