• Address: Batam City Square Lt.2,  Batam, Riau, Indonesia
  • Phone: 0778-4618100:  0877 911 333 1
  • Buka: 7 hari Seminggu dari 10:00 - 22:00

tasbatam.co.id, jakarta  – momentum lebaran menjadi ajang berkumpul di kampung halaman bersama keluarga besar. tentu, lebaran juga menjadi budaya mudik ke kampung halaman.

dalam mudik biasanya setiap orang memiliki cerita tersendiri. bahkan, banyak orang yg menganggap seni dalam mudik itu adalah kemacetan.

kepadatan arus lalu lintas rupanya menjadi hal yg paling menjengkelkan bagi pemudik yg menuju kampung halamannya setiap lebaran.

hal itu rupanya dirasakan oleh penyanyi tata jaaneeta (34), yg mengaku setiap lebaran pulang kampung ke kota bandung, jawa barat.

tata menceritakan dirinya sempat kesal dan jengkel melawan kepadatan arus lalu lintas ketika mudik. ia mengaku pernah terjebak dalam kemacetan selama 12 jam ketika mudik ke bandung.

sehingga, dirinya bingung ingin membawa kendaraan pribadi ketika mudik atau tidak, karena takut terjadi hal yg sama seperti tahun sebelumnya.

“planning setiap tahun sih aku biasanya ke bandung, itu aja. kemarin sempet mikir, ah enggak mau bawa mobil karena macet banget, pernah 12 jam di jalan, aku capek. anak anak kasihan, jadi penginnya naik kereta,” kata tata janeeta, ditemui di kawasan tendean, mampang prapatan, jakarta selatan beberapa waktu lalu.

namun, niat untuk menggunakan transportasi kereta pun harus dibatalkan, karena dirinya kesulitan mencari tiket kereta.

“cuma kereta juga tiketnya udah abis. saya lagi bingung (mau naik apa). mungkin saya mau pergi pas hari h (lebaran) aja, biar enggak macet,” ucapnya.

tata menjelaskan, tahun lalu dih-5 lebaran ia dan keluarga sudah mudik. namun, karena memang ada pekerjaan dan juga takut terjebak macet, tahun ini ia berangkat mudik dihari pertama lebaran.

“karena sekarang ini aku masih ada kerjaan juga, kemarin aku harus take vokal. aku lagi persiapkan buat single baru, buat album, insya allah. ini aku lagi sibuk banget persiapkan itu semua, jadi mudiknya pas lebaran aja,” ungkapnya.

selain sibuk, tata pun sudah merasa seperti janda yg mengurusi semua urusan keluarganya sendirian. padahal, mehdi zati, suaminya, hanya menceraikannya lewat sms, bukan lewat prosedur perceraian.

“jadi ya aku pikir lebih baik selesaikan dulu semua urusan, baru aku ke bandung. jadi biar tenang. karena lebaran pun pas hari h-nya kan lebaran. terus, anak-anak juga biar nyaman, enggak kena macet,” cetusnya.