• Address: Batam City Square Lt.2,  Batam, Riau, Indonesia
  • Phone: 0778-4618100:  0877 911 333 1
  • Buka: 7 hari Seminggu dari 10:00 - 22:00

tasbatam, jakarta – dalam wawancara bersama nova 1 juni 2017, yana zein pernah berkata bahwa penyakit kanker tidak dapat diprediksi kehadirannya. “kita harus selalu lakukan (pola hidup sehat) ya, tapi kanker itu kita tidak bisa prediksi. kanker itu ada di badan kita, mungkin diketika tubuh kita lemah, kanker itu menyerang kita,” ungkapnya.

yana benar. studi yg dipublikasikan ditahun 2015 dan 2017 menyebutkan bahwa “nasib buruk”, daripada gen dan faktor lingkungan, lebih berpengaruh diterjadinya kanker.

ketika pertama kali dipublikasikan ditahun 2015, studi tersebut sempat membuat kehebohan karena dianggap menyiratkan bahwa usaha pencegahan apa pun tidak bakal ada gunanya.

baca: berbalik arah, ihsg ditutup menguat tipis

baca: mencegah agar tidak terlibat persekusi

pada tahun ini, para peneliti yg sama kembali mempublikasikanpenemuan mereka dengan memperluas data menjadi rekaman kesehatan dari 69 negara dan mengoreksi kesalahpahaman yg terjadi.

digagas oleh dr bert vogelstein, pakar biologi kanker dari john hopkins university, bersama kolega, penelitian ini menkonklusikan bahwa 66 persen dari mutasi genetik yg menyebabkan kanker muncul karena kesalahan acak yg terjadi ketika sel yg sehat membelah diri dan menyalin dna.

walaupun demikian, bukan berarti bahwa pencegahan dengan hidup sehat sama sekali tidak ada gunanya. vogelstein berkata bahwa menyadari adanya peran kesalahan acak dapat memberikan penghiburan kepada jutaan pasien yg terkena kanker, walaupun sudah hidup sehat seperti yana.

“hal ini terutama sangat penting bagi orangtua yg anaknya terkena kanker. mereka mungkin menyalahkan gen yg diturunkan atau lingkungan yg mereka ciptakan,” ucapnya seperti yg dikutip dariscientific american 24 maret 2017.

seperti studi sebelumnya, studi yg dipublikasikan ditahun 2017 ini kembali membandingkan jumlah kanker yg terjadi di 69 negara dengan frekuensi pembelahan sel dijaringan-jaringan tubuh seperti paru-paru, tulang, dan sebagainya.

1 2